Jumat, 24 April 2015

Hati Masyarakat yang Kering......tu dua..hehehehehe (Jare Elly Bunder kon Kayakue ndisit)
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh..




PROFIL MA’HAD ‘ALY
Pondok Pesantren Al Hikmah 1
Benda Sirampog Brebes

I. DASAR PEMIKIRAN
        Mencari ilmu setinggi-tingginya merupakan harapan siapapun. Karena disamping dapat memberikan wawasan luas, pengetahuan yang mendalam, pencerahan pikiran dan hati, juga dapat mengangkat martabat manusia menjadi luhur disisi Allah SWT. Dalam Al Qur’an dinyatakan “Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman diantara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. Artinya orang-orang yang menginginkan keluhuran di hadapan Tuhan ia tidak hanya harus bermodalkan iman sebagai dasar pijakan amal, namun juga harus memiliki ilmu yang tinggi sebagai penghias amal tersebut. Dengan model pemahaman ini pantas kiranya ia akan menjadi makhluk Allah yang tersayang, terkasih yang mendapatkan tempat disisi Allah.
     Namun perlu disadari bahwa banyak macam ilmu yang berkembang saat ini. ada ilmu, umum yang mencakup ilmu alam, sosial, logika, dan lain-lain. Ada ilmu agama yang meliputi, ilmu tentang al Qur’an, ilmu tentang hadits, fiqih, tauhid dan lain-lain. Imam Ghazali menyebutnya ada dua macam ilmu yaitu ulumu as-syar’iyyah dan ulumu al-Aqliyyah. Dua komponen itu bahkan sering dibenturkan antara yang satu dengan yang lain, kemudian menghalalkan yang satu dan mengharamkan yang lain. Ini pemahaman yang menyesatkan dan menghancurkan. Karena sesungguhnya kedua komponen itu sama pentingnya dan dapat digunakan untuk meraih ketaqwaan disisi Allah.
      Kendati demikian, ada tingkat prioritas untuk menentukan manakah yang lebih dulu harus dicari. Prioritas ini dapat ditentukan dengan melihat kebutuhan, situasi, kondisi, pandangan, dan jangkauan. Orang Jepang misalnya untuk sekarang ilmu yang penting adalah yang ilmu yang berkaitan dengan upaya penyelamatan dari gelombang tsunami, para petani lebih utama mencari ilmu yang berkaitan dengan peningkatan produktifitas hasil pertanian, orang-orang tua lebih utama mencari ilmu yang berkaitan dengan menjaga kesehatan atau ilmu yang dapat memberikan bekal kehidupan setelah kematiannya, begitu dan seterusnya. Pemahaman ini akan mengantarkan seseorang pada specialisme dan profesionalisme, dua hal yang sangat dibutuhkan masa sekarang.
      Ada hasil penelitian oleh para pengamat sosisal, bahwa sepuluh tahun setelah tahun 2005 manusia secara umum akan memasuki era post modernisme, yaitu masa kejenuhan menghadapi hiruk pikuk kehidupan modern yang serba cepat, kompleks, menyita pikiran yang semua sangat berpengaruh dalam proses pengeringan jiwa. Pada masa ini muncul penyakit stress dan gila. Akibatnya banyak yang lari kepada narkoba wa akhawatuha, disamping juga banyak yang lari pada para normal atau dukun. Kemudian di sektor medis, dokter spesialis syaraf menjadi sangat dibutuhkan bahkan nyaris menjadi ‘idola’ yang dicari banyak orang. Pada titik inilah sesungguhnya manusia sangat membutuhkan agama untuk solusi hidupnya. Karena hanya nilai religius yang lahir dari agamalah yang dapat memberikan obat atas penyakit sosial ini.
    Berangkat dari persepsi ini tampak bahwa ilmu agama merupakan salah satu prioritas penting bagi para penuntut ilmu untuk ikut andil menyelesaikan proplem-problem sosial. Hal ini patut diyakini dengan landasan bahwa memberikan petunjuk kebaikan pada seseoang merupakan ibadah yang nilainya lebih baik dari pada dunia dan seisinya (maaf bukan kolor seisinya), plus akan mendapatkan pahala sama dengan pelaku yang kita beri petunjuk.
      Dari sini, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Alhikmah satu yang mempunyai misi tarbiyyah, ta’lim, dan da’wah Islamiyyah merasa terpanggil untuk ikut andil mewujudkan cita-cita diatas dengan pertimbangan bahwa yayasan ini mempunyai potensi dan sarana untuk ambil bagian dalam program ini. Karena itu dengan semangat nasyrul ilmi dan semangat memberikan khidmah kepada masyarakat maka pada tahun 2011 ini didirikan MA’HAD 'ALY sebagai wadah untuk mewujudkan harapan tersebut.
           

II. TUJUAN
·  Membekali santri dengan wawasan keislaman yang menyeluruh dan komprehensif
·  Memberikan kemampuan kepada para santri untuk memahami kitab kuning yang berkaitan dengan wawasan keislaman
· Membekali santri tehnik membaca, menyusun dan mener jemahkan bahasa arab
·  Melatih para santri berdiskusi dan berpendapat


III. NAMA LEMBAGA
          MA’HAD 'ALY AL HIKMAH 1 BENDA


IV. ANGGOTA, DAN SUSUNAN PENGURUS
Organisasi ini dianggotai oleh para santri lulusan SLTA baik yang berasal dari Madaris Al-Hikmah maupun lainnya.
 Adapun susunan pengurus sebagai berikut  :

Pelindung                    : KH.LABIB SHODIQ (Pengurus Yayasan Alhikmahsatu)
Amid (Rektor)            : Dr. H. Mukhlis Syafiq, Lc M.S.I
Bagian Akademik       : H. Syamsuri, Lc
Bagian keuangan        : Ust. Mus’idin Kamal, S.Pd.I
Bagian administrasi    : Saiful Ma’arif, S.Pd.I

V. KURIKULUM DAN JADWAL
            Terlampir

VI. SUMBER ANGGARAN
            Yayasan Alhikmahsatu

VII. KARAKTERISTIK MUTA’ALY
1. Al-Imaniyyah, yaitu kegitannya bersumber dari materi-materi yang dapat menambah keimanan
2. Al-Amaliyyah, yaitu kegiatannya mendukung pada amal
3. At-Tarbawiyyah, yaitu kegitannya menjurus pada pendidikan moral dan etika
4. Al-Ilmiyyah, yaitu kegiatannya juga mengadopsi wacana ke ilmuan dan intelektual
5. Al-Hurriyyah, yaitu dalam melaksanakan kegiatan didasari dengan kebebasan berpendapat
6.  Al-Qadim wal Jadid, yaitu pembahasannya mencakup sesuatu yang klasik dan kontemporer
7. Al-Ukhuwwah wal Ittihad, yaitu dalam melaksanakan kegiatan harus didasari semangat persaudaraan dan persatuan, seirama, seia dan sekata, senasib dan sepenanggungan.

VIII. MOTTO MUTA’ALY
a. MENCARI ILMU ITU WAJIB BAGI MUSLIM DAN MU SLIMAH  (Al-Hadits)
b. MARILAH DUDUK BERSAMA KAMI UNTUK BERIMAN SEJENAK  (Al-Hadits)
c. KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT DAPAT DIRAIH DENGAN ILMU
d. JANGANLAH ENGKAU MEMPERBUDAK MANUSIA SE MENTARA IBU MEREKA MELAHIRKAN MEREKA DALAM KEADAAN MERDEKA (Umar bin Khottab)
e. MENJAGA SESUATU YANG QADIM YANG BAIK SERTA MENGAMBIL SESUATU YANG JADID YANG LEBIH BAIK  ( Kaidah Fiqh )

IX. JENIS KEGIATAN 
  Lembaga ini merencanakan kegiatan sebagai berikut  : 
  a.      Kuliah harian dengan jadwal terlampir 
  b.      Pengajian sorogan kitab-kitab turats ( kitab kuning ) 
 c.       Menterjemah kitab-kitab karangan ulama klasik dan kontem porer 
d.      Membuat makalah, artikel dan tulisan ilmiyyah lainnya MA BIT ( Malam Bina Iman dan Taqwa )
         
XI. PENUTUP
            Tak ada kelulusan tanpa ujian, tak ada keberhasilan tanpa perjuangan, tak ada kemengangan tanpa perlawanan, dan tak ada cita-cita tanpa angan-angan. Ma’had Aly As-Salafi Alhikmahsatu berdiri untuk mewujudkan angan-angan menjadi cita-cita mulia yang yang menjadi harapan. Semoga. Al-faatihah…

Benda, 25 April 2015 
 Depan
 Belakang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar